Kamis, April 02, 2009

Beton Daur Ulang

Beton merupakan bahan yang sangat penting dan banyak digunakan dalam dunia kontruksi. Banyaknya jumlah penggunaan beton dalam kontruksi mengakibatkan peningkatan kebutuhan material beton, sehingga memicu penambangan batuan sebagai salah satu bahan pembentuk beton secara besar-besaran. Hal ini menyebabkan turunnya jumlah sumber alam yang tersedia untuk keperluan pembetonan.

Keterbatasan kemampuan alam dalam menyediakan material pembentuk beton merupakan sebuah persoalan yang penting. Disisi lain ada beberapa bangunan tua yang terpaksa dibongkar karena bangunan tersebut perlu diperbaharui, mengalami kerusakan, atau tidak layak lagi dihuni.

Pembuangan limbah tersebut memerlukan biaya dan tempat pembuangan. Pembuangan limbah padat seperti ini pada dasarnya dapat mengurangi kesuburan tanah. Disamping itu, pada saat ini beton siap pakai (ready mix) sedang marak digunakan untuk pembuatan kontruksi bangunan, namun pada penerapannya sering terjadi kelebihan supply dan sisanya terkadang dibuang di sembarang tempat, sehingga dapat mengurangi kesuburan tanah dan merusak keseimbangan ekosistem.

Permasalahan kerusakan alam yang diakibatkan oleh penambangan batuan yang berlebihan dan pembuangan limbah beton tersebut mendorong peneliti untuk memanfaatkan atau mendaur ulang limbah beton yang dihasilkan dari suatu aktifitas pembongkaran atau pengadaan kontruksi sebagai agregat alternatif yang dapat menggantikan sebagian atau seluruh agregat alam di dalam campuran beton.

Beton Daur Ulang (BDU) merupakan campuran yang diperoleh dari proses ulang material yang sebelumnya. Beberapa perbedaan kualitas, sifat-sifat fisik dan kimia agregat daur ulang, menyebabkan perbedaan sifat-sifat (properties) material beton yang dihasilkan, seperti menurunnya kuat tekan, kuat tarik, dan modulus elastisitasnya. Selain itu juga diamati perbedaan kemiringan kurva hubungan tegangan-regangan uniaksial dan multiaksial, yang menjadi landai pada saat sebelum beban puncak dan menjadi curam setelah beban puncak. Disamping itu, hubungan tegangan-regangan puncak multiaksial juga menjadi menurun. Perbedaan sifat-sifat material beton agregat daur ulang tersebut mengakibatkan beberapa perbedaan persamaan yang menggambarkan hubungan antara kuat tarik dan kuat tekan, modulus elastisitas dan kuat tekan, dan model konstitutif tegangan-regangan beton uniaksial, tegangan-regangan puncak multiaksial. Beberapa persamaan dan model konstitutif telah diperoleh dari hasil studi eksperimental untuk menggambarkan perbedaan sifat-sifat dan perilaku mekanik beton agregat daur ulang.

Berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki dari hasil penelitian didapatkan bahwa beton daur ulang (BDU) dengan agregat bekas pakai dapat digunakan sebagai beton struktural dengan kekuatan relatif sama dengan beton normal (BN) dimana kuat tekan yang dimiliki dapat mencapai 380 Kg/cm2 atau sekitar 98% dibanding beton normal, pada faktor air semen 0,4 dan dapat mencapai 350 kg/cm2 atau sekitar 92% dibanding beton normal pada faktor air semen 0,5.

Beton dengan agregat bekas pakai memiliki kekuatan lentur dan tarik lebih tinggi dibandingkan dengan beton normal, dan hal ini sangat menguntungkan apabila digunakan dalam struktur perkerasan kaku/lapisan perkerasan jalan dan lapangan terbang dimana sifat tersebut sebagai dasar dalam perencanaannya.

Penelitian agregat daur ulang untuk pembuatan beton secara massal telah dilakukan oleh Rosidawani (2005). Salah satu sifat yang membedakan beton massal dengan jenis beton lainnya adalah perilaku panas yang terjadi. Akibat reaksi semen dan air yang merupakan reaksi eksotermik. Kenaikan panas hidrasi pada dimensi beton massal yang besar yang menyebabkan panas yang terjadi tidak dapat disipasi, menjadi cukup besar. Volume beton dengan dimensi yang cukup besar ini memerlukan pengontrolan agar dapat menanggulangi perkembangan panas hidrasi dan perubahan volume beton untuk meminimalisir keretakan yang terjadi. Berdasarkan acuan ini dan dari persamaan matematis yang diperoleh, didapat volume minimal beton massal yang harus mendapatkan perawatan dan kontrol pada umur-umur awal untuk menghindari pengaruh panas hidrasi terhadap keretakan beton.

Penggunaan Beton Daur Ulang (BDU) untuk pelat telah diteliti oleh Amri (2005). Hasil penelitian Afmi menunjukkan bahwa secara umum sifat mekanis beton agregat daur ulang lebih jelek dibanding beton yang terbuat dari agregat alam, terutama dalam menahan beban tarik. Fachruddin (2005) menggunakan agregat limbah padat (agregat sisa kebakaran dan sisa ready mix) untuk meneliti pengaruh agregat ini terhadap perilaku Balok T. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental terhadap perilaku Balok T terhadap beton agregat alami dan agregat daur ulang. Enam benda uji balok beton bertulang yakni dua beton agregat alami, dua beton agregat sisa kebakaran dan dua beton agregat sisa ready mix masing-masing dengan mutu 25 dan 50 MPa dilihat perilaku lentur dan gesernya terhadap akibat pembebanan statik (monotonic loading). Pembebanan yang dilakukan terhadap balok benda uji adalah beban terpusat statik monoton dengan kontrol beban.

Perkembangan mengenai teknologi beton telah mengalami kemajuan pesat dengan memanfaatkan abu terbang yang dikombinasikan dengan High Performance Superplasticizer sehingga mampu membuat beton di lapangan dengan mutu tinggi. Atas dasar kinerjanya maka beton tersebut lebih dikenal sebagai Beton Kinerja Tinggi (High Performance Concrete), dengan memanfaatkan beton bekas secara keseluruhan (100% agregat kasar berasal dari beton bekas).

Agregat Daur Ulang

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan agregat beton bekas adalah memerlukan air bebas pada adukan yang lebih tinggi karena sifat penyerapan air yang lebih besar, waktu pemadatan yang lebih lama karena plastisitasnya lebih rendah dan sifat permukaan agregat lebih kasar.

Berdasarkan hasil studi eksperimental, agregat daur ulang mengandung mortar sebesar 25 hingga 45 % untuk agregat kasar, dan 70 hingga 100% untuk agregat halus. Di samping itu, pada agregat daur ulang juga terdapat retak mikro, dimana retak tersebut dapat ditimbulkan oleh tumbukan mesin pemecah batu (stone crusher) pada saat proses produksi agregat daur ulang yang tidak dapat membelah daerah lempengan atau patahan pada agregat alam. Selain itu, hasil dari pengujian eksperimental dengan sinar X (X-ray) terdapat perbedaan kandungan unsur-unsur kimia di dalam agregat daur ulang, yaitu unsur silika (Si) dan kalsium (Ca). Hal ini dikarenakan agregat daur ulang sebelumnya merupakan beton yang telah mengalami reaksi hidrasi, dimana unsur Si dan Ca yang terdapat pada agregat daur ulang diperoleh dari senyawa kalsium silika hidrat (C-S-H), ettringite (C-A-S-H), dan Ca(OH)2 pada pasta semen yang masih menempel pada agregat alam. Oleh karena itu, unsur Ca pada agregat daur ulang lebih banyak dari pada unsur Si.

Beberapa perbedaan kualitas, sifat-sifat fisik dan kimia agregat daur ulang tersebut menyebabkan perbedaan sifat-sifat (properties) material beton yang dihasilkan. Perbedaan sifat-sifat dan perilaku mekanik material beton agregat daur ulang juga berpengaruh pada kinerja dan perilaku mekanik elemen struktur yang dibentuknya, diantaranya adalah kemampuan deformabilitas, nilai daktilitas, nilai kekakuan, dan pola retak. Deformabilitas elemen struktur beton agregat daur ulang menjadi lebih besar pada saat beban yang sama, nilai daktilitas dan kekakuan menjadi kecil, dan pola retak menjadi lebih banyak hingga ke daerah momen dan geser (antara perletakan dan titik beban), bila dibandingkan dengan kinerja dan perilaku beton agregat alam.

Hasil penelitian Sakkung (1999) memperlihatkan bahwa material hasil proses penyaringan memiliki sifat fisik yang serupa dengan sebelum proses penyaringan, sehingga secara teknis material hasil daur ulang dapat digunakan. Hendri (1999) meneliti karakterisrik agregat halus daur ulang dan menghasilkan data agregat halus yang dibuat dengan beton daur ulang mempunyai penyerapan air sebesar 8.6% terhadap berat agregat sedangkan pasir alam hanya 2.8%. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kadar aspal efektif dari campuran, kadar aspal yang diserap terhadap berat agregat adalah 3,1% untuk campuran dari beton daur ulang, dan 1,2% untuk campuran dari pasir alam.


Sumber : http://sipilholic.blogspot.com/2008/12/beton-daur-ulang_07.html

Sifat Fisik Agregat Kasar Yang Baik Untuk Beton

Ya, agregat. Agregat nerupakan salah satu material yang dijadikan sebagai bahan penyusun beton. Umumnya, agregat dibagi dua. Yaitu agregat kasar (kerikil) dan agregat halus (pasir). Fungsi agregat kasar adalah komponen utama yang paling banyak memberikan sumbangan kekuatan kepada calon beton nantinya. Secara umum, kekuatan beton tergantung pada kekuatan agregat kasarnya.

Dan kualitas agregat kasar dan halus juga berpengaruh terhadap kekuatannya. Sedangkan fungsi agregat halus pada beton adalah sebagai bahan pengisi (filler) yang akan mengurangi bahkan menutupi rongga-rongga udara atau rongga kosong diantara agregat kasar dan mortar. Semakin padat struktur beton maka semakin tinggi kuat tekan yang dihasilkan. Hal inilah yang membuat pemilihan agregat kasar yang baik menjadi faktor yang penting dalam pembuatan atau perencanaan beton.

Ilmu teknologi bahan mengklasifikasikan agregat kasar dan halus berdasarkan ukuran butirnya. Untuk agregat kasar (selanjutnya disebut ‘agregat’ saja) ukuran butirnya diatas 4,75 mm sedangkan agregat halus dibawah nilai tersebut. Fisik agregat yang baik untuk beton dapat dibagi menjadi beberapa kriteria.

1. Berbentuk Kebulatan atau Hampir Bulat
Agregat dengan butir-butir bulat umumnya lebih baik daripada agregat dengan butir-butir yang berbentuk pipih atau panjang. Hal ini dikarenakan butir-butir bulat menghasilkan tumpukan butir yang yang erat jika dikonsolidasikan, sehingga hanya membutuhkan pasta semen yang sedikit dengan kemudahan pengerjaan yang sama.

2. Tekstur Permukaan Kasar
Tekstur yang kasar mungkin akan mengurangi derajat kemudahan pengerjaan. Namun, tekstur kasar pada agregat dapat meningkatkan rekatan agregat-semen sampai 1,75 kali dan meningkatkan kuat tekan beton hingga 20 persen.

3. Berat Jenis Ringan
Agregat dengan berat jenis yang rendah biasa disebut dengan agregat ringan. Agregat ringan mempunyai berat jenis dibawah 2,0. biasanya dipakai untuk beton non-struktural. Akan tetapi agregat ini juga bisa digunakan sebagai beton struktural dengan beberapa perlakuan khusus. Struktur yang menggunakan agregat ringan akan mengurangi berat struktur tersebut sehingga membutuhkan dimensi fondasi yang lebih kecil.

4. Ukuran Butir Maksimal
Adukan beton dengan kemudahan pengerjaan dan rencana kekuatan yang sama, akan membutuhkan jumlah semen yang lebih sedikit dengan ukuran butir agregat yang besar-besar. Semakin sedikit semen, maka beton akan semakin hemat dan dapat mengurangi dampak panas hidrasi yang menyebabkan beton menjadi retak akibat kembang susutnya. Namun, tetap penggunaan agregat terdapat batasan ukuran butir maksimal. Hal ini dapat dilihat di berbagai referensi.


Sumber : http://sipilholic.blogspot.com/2008/12/sifat-fisik-agregat-kasar-yang-baik_07.html

Tokoh Bicara PKS


PKS PARTAI DAKWAH, BUKAN ANCAMAN
Ir. H. Tifatul Sembiring
Presiden PKS
PKS hanya bercita-cita ingin mewujudkan civil society, good government, clean government. Perubahan itu kita harapkan terjadi secara gradual. Kita tidak meyakini bahwa perubahan itu bisa terjadi secara revolusioner. Dan kita melihat dari pemimpin-pemimpin kita, ada arah untuk menuju perubahan tersebut.

PKS HADIR UNTUK MELAYANI
Dr. H.M Hidayat Nurwahid, M.A
Ketua MPR RI
Berpolitik bagi PKS itu tidak dilihatnya sebagai sarana balas dendam dan saling menjatuhkan tetapi sebagai sarana untuk amar ma'ruf nahi munkar. Oleh karena itu, PKS berkomitmen menghadirkan dan lebih mengedepankan nurani dan moral dalam berpolitik. Motivasinya bukan kekuasaan tetapi pelayanan.

PKS PARTAI YANG LENGKAP
Dr. Anton Apriyantono
Menteri Pertanian RI

Ketika rakyat membutuhkan harapan, PKS memberikannya. Ketika rakyat membutuhkan teladan, PKS justru tumbuh dari keteladanan. Ketika rakyat butuh perhatian dan pertolongan, PKS yang maju pertama dalam kepeduliannya. Saat ini ketika rakyat juga butuh prestasi sebagai bukti, PKS sudah memperlihatkannya. Jika para petani butuh benih unggul untuk meningkatkan kesejahteraannya maka buat rakyat Indonesia saya percaya benih unggul itu ada di PKS.


Sumber : PKS Kab. Lmj



Rabu, April 01, 2009

Nyawa Ataukah Rupiah

Beberapa tahun terakhir kondisi perekonomian di negara kita memasuki masa-masa yang sulit dan semakin memberatkan kehidupan rakyat sehingga usaha untuk memenuhi kebutuhan makin gencar dilakukan agar supaya terhindar dari kekurangan. Makin meningkatnya harga kebutuhan pangan, biaya sekolah dan kebutuhan lainnya memaksa masyarakat untuk memeras keringat membanting tulang dalam bekerja dan memutar otak dalam mengatur keuangan.

Hal ini pada akhirnya membentuk pola pikir masyarakat bahwasanya uang dan pekerjaan adalah segalanya, bahkan mungkin tanpa disadari menjadi lebih penting daripada nyawa kita sendiri.

Banyak kita temui seorang pekerja atau karyawan bahkan mungkin diri kita sendiri pada saat bekerja begitu bersemangat dan tanpa kita sadari mengabaikan keselamatan kita. Sebagian besar masyarakat lebih memilih pekerjaan yang bergaji tinggi dan beresiko besar daripada pekerjaan yang bergaji sedikit dan memiliki resiko yang kecil. Memang kita tidak dapat memilih, mungkin hanya lapangan pekerjaan tersebut yang tersedia dan bisa kita dapatkan mengingat persaingan yang ketat dan kesempatan kerja yang terbatas sehingga kita hanya bisa mensyukuri pekerjaan apapun yang kita dapatkan.

Mensyukuri berarti dalam bekerja kita harus selalu berhati-hati untuk menghindari resiko terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan seperti misal kecelakaan kerja. Kita sebagai karyawan tidak bisa berjalan sendiri dalam usaha menghindari resiko terjadinya kecelakaan kerja namun harus didukung oleh semua pihak yang terlibat dalam lingkungan kerja terutama perusahaan. Perusahaan harus bertindak preventif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Tindakan tersebut bisa berupa pengawasan secara kontinyu terhadap pelaksanaan pekerjaan, pemilihan metode kerja yang aman serta memberikan fasilitas penunjang (safety equipment)yang sesuai standar keselamatan seperti pakaian kerja yang lengkap, sepatu safety, helm serta rambu-rambu peringatan yang dipasang disetiap area yang dianggap membahayakan. Seharusnya fasilitas tersebut sudah menjadi hak karyawan yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

Campurtangan pemerintah mutlak diperlukan untuk mendisiplinkan perusahaan baik swasta maupun BUMN/BUMD agar supaya mengedepankan keselamatan kerja karyawannya. Pemerintah melalui Dinas Ketenagakerjaan mengadakan program pelatihan standar K3 secara nasional yang harus diikuti oleh semua perusahaan dan nantinya wajib diterapkan di perusahaan masing-masing. Program pemerintah melalui Jamsostek memang cukup membantu meringankan beban karyawan ketika mengalami musibah kecelakaan kerja, namun alangkah baiknya mencegah daripada mengobati. Karena apabila sampai terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang maka dampak sosial yang ditimbulkan akan semakin kompleks dan rumit.