Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, April 12, 2009

Kandungan dan Manfaat Air Kelapa

image : theflowergirl.files.wordpress.com/2007/09/air...

Bagi kita yang tinggal di daerah tropis, air kelapa muda bukanlah hal yang asing. Kita mungkin pernah menikmatinya di warung pinggir jalan, di resto mewah yang bertebaran di mall-mall, atau bahkan di kebun peninggalan kakek kita.

Ternyata, air kelapa bukanlah sekedar air yang manis dan menyegarkan. Di dalamnya terkandung zat gizi, vitamin, dan mineral. Bahkan ada yang mengatakan bahwa komposisinya mirip dengan cairan infus. Sangat lengkap.

Sebagai sumber tenaga, air kelapa mengandung glukosa. Sebagai sumber zat pembangun, pada air kelapa terdapat protein. Paling tidak, air kelapa mengandung 12 macam protein. Beberapa diantaranya adalah alanin, arginin, asam aspartat, asam glutamat, histidin, fenilalanin, tirosin.

Selain itu, air kelapa juga kaya dengan mineral seperti natrium, kalium, kalsium, magnesium, besi, dan tembaga. Tidak ketinggalan vitamin. Ada vitamin C dan 7 macam vitamin B yaitu nikotinik, asam pantotenat, biotin, riboflavin (B2), asam folat, tiamin (B1), dan piridoksin (B6).

Air kelapa mempunyai sifat seimbang (isotonis) dan kaya dengan elektrolit. Karenanya, sangat baik diminum ketika tubuh kekurangan elektrolit, misal setelah aktifitas atau olah raga berat.

Selain sebagai minuman segar pelepas dahaga, air kelapa mempunyai beragam manfaat.

  1. FAO (Food and Agriculture Organization) merekomendasikan air kelapa sebagai minum energi alami.
  2. Pada kasus dehidrasi, misalnya diare, air kelapa dapat digunakan sebagai cairan pengganti seperti layaknya oralit.
  3. Banyak yang mengatakan bahwa air kelapa dapat berfungsi sebagai penawar racun, walaupun literatur ilmiah yang mendukung pernyataan ini sangat sulit dicari (belum ketemu).

Jadi, selamat minum air kelapa muda.
Sumber : http://www.wartamedika.com/2008/07/kandungan-dan-manfaat-air-kelapa.html


Rabu, April 08, 2009

Fungsi Otak Merosot Mulai Usia 27 Tahun

KEMEROSOTAN fungsi mental seringkali dipandang sebagai masalah usia lanjut, tapi aspek tertentu fungsi otak sesungguhnya mengawali kemerosotannya pada usia sangat masih muda.
    
Satu studi baru, yang dilakukan dengan menelusuri lebih dari 2.000 orang dewasa sehat yang berusia antara 18 dan 60 tahun, mendapati, fungsi mental tertentu --termasuk ukuran pemikiran abstrak, kecepatan mental dan penyelesaian masalah-- mulai tumpul saat seseorang berusia 27 tahun.

Sementara itu, celah di dalam ingatan biasanya mulai nyata saat usia seseorang mencapai 37 tahun. Sebaliknya, petunjuk mengenai pengetahuan yang dikumpulkan seseorang --seperti penampilan saat ujicoba kosa kata dan pengetahuan umum-- tetap meningkat sejalan dengan bertambahnya usia, demikian temuan yang disiarkan di dalam jurnal "Neurobiology of Agung", sebagaimana dikutip kantor berita resmi China, Xinhua.
    
Hasil tersebut tak berarti bahwa orang muda yang dewasa perlu mulai mengkhawatirkan ingatan mereka. Kebanyakan ingatan manusia berfungsi pada tingkat tinggi bahkan dalam hidup mereka selanjutnya, kata peneliti yang bernama Timothy A. Salthouse, profesor psikologi di "University of Vierginia di Charlottesville".
    
"Pola ini menunjukkan beberapa jenis keluwesan mental menurun relatif dini pada usia dewasa, tapi seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki seseorang, dan keefektifan untuk menyatukannya dengan kemampuan seseorang, mungkin meningkat sepanjang usia dewasa, jika tak ada penyakit kejiwaan yang menyerang," kata Salthouse dalam siaran pers dari universitas itu.
    
Studi tersebut mencakup orang dewasa yang sehat dan terdidik yang mengikuti pemeriksaan ingatan standard, pemahaman dan persepsi awal, dan pada tahap tertentu selama tujuh tahun berikutnya.
    
Tes tersebut dirancang guna mendeteksi perubahan halus pada fungsi mental, dan melibatkan penyelesaian teka-teki, mengingat kata dan perincian dari cerita, dan pengenalan pola pada tumpukan huruf dan lambang.
    
Secara umum, Salthouse dan rekannya mendapati bahwa aspek tertentu daya kognitif biasanya mulai merosot saat orang memasuki akhir usia 20-an sampai 30-an.
    
Temuan tersebut memberi pengertian mengenai perubahan normal yang berhubungan dengan usia pada fungsi mental, yang dapat membantu dalam memahami proses hilang ingatan, kata para peneliti itu.
    
"Dengan mengikuti perkembangan orang dari waktu ke waktu," kata Salthouse, "kami dapat mendalami perubahan kognitif, dan mungkin menemukan cara guna meringankan atau memperlambat laju penurunan tersebut."
    
"Dan dengan lebih memahami proses ketidak-seimbangan kognitif," katanya, "kami mungkin dapat dengan lebih baik meramalkan serangan dementia seperti penyakit Alzheimer," katanya.
    
Para peneliti itu saat ini menganalisis gaya hidup dan kesehatan peserta studi guna melihat faktor yang mungkin mempengaruhi perubahan daya kognitif yang berkaitan dengan usia.

Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/04/05/10152912/fungsi.otak.merosot.mulai.usia.27.tahun

Kaki Kuat Jantung Sehat

Fungsi kaki selain hanya bermanfaat untuk menopang tubuh bagian atas, kaki juga dapat menyehatkan jantung. Melatih kaki secara intensif berguna untuk mengurangi gejala sesak napas.



Seperti yang telah dilaporkan oleh Journal of the American College of Cardiology edisi November 2007, sekitar 17 orang dari 25 penderita gagal jantung berhasil merasakan manfaat berkat latihan rutin otot kaki selama tiga bulan.


Di bawah pengawasan dokter, penderita gagal jantung melatih kaki dengan senam berintensitas rendah. Hasilnya, gejala sesak napas mereka cenderung berkurang .Padahal, sesak napas merupakan gejala umum yang terjadi pada pasien gagal jantung. Gagal jantung kronis muncul ketika jantung tak lagi bisa memompa cukup darah sesuai kebutuhan tubuh.


Biasanya, ini disebabkan oleh menurunnya kualitas kondisi organ jantung dan sekitarnya, misalnya sakit arteri koroner. Gejalanya antara lain sesak napas, kelelahan, serta bengkak di kaki dan lutut.



Dr Donna M Mancini dari Columbia Presbyterian Medical Center, New York, menghubungkan kekuatan kaki dan manfaatnya untuk penderita gagal jantung.


Hipotesanya menunjukkan bahwa latihan kaki dengan beban secukupnya dapat melegakan sesak napas pada penderita gagal jantung. Latihan ini dinilai mampu mengubah metabolisme otot sehingga mampu mengurangi rasa sesak napas. Latihan otot kaki bisa dilakukan pria maupun wanita, kapan, dan di mana pun.


Selain bermanfaat untuk menghindari penyakit jantung, latihan tersebut juga sangat efektif untuk menjaga stamina tubuh. Terlebih dalam menopang tubuh bagian atas sehingga terjaga dalam aktivitas harian.


“Cukup lakukan satu jam sekali, dua hingga tiga kali seminggu, otot kaki Anda akan terlatih. Beragam manfaat tadi pun akan diperoleh,” ujar Ucu Suyatna, Personal Fitness Trainer Lifespa Hotel Sultan Jakarta.


Selama ini, banyak pemula dari peserta di pusat kebugaran yang memfokuskan latihan hanya pada tubuh bagian atas (otot dada, punggung, bahu, dan tangan). Akibatnya, tubuh bagian atas membesar. Namun, tubuh bagian bawah cenderung kecil karena tidak sering dilatih. Hal ini menyebabkan tubuh menjadi tidak proporsional.


Bagi wanita, tentu saja latihan otot kaki akan berdampak pada penampilan. Mulai pantat hingga ujung kaki menjadi serasi. Latihan otot kaki memang berfokus pada otot pantat, otot paha (paha depan dan paha belakang), betis, hingga tumit.


Paha merupakan bagian badan yang memiliki otot paling banyak dan paling besar dibandingkan bagian tubuh lainnya (memiliki persentase sekitar 50% dari area seluruh otot tubuh depan). Khusus bagi binaragawan dan fitnesmania, memiliki otot paha yang besar, kuat, dan proporsional sangat penting untuk menciptakan keseimbangan dengan tubuh bagian atas.


Jenis latihan yang bisa dilakukan adalah dengan bantuan dumbell, barbell, ataupun mesin. Bahkan, dengan memakai berat tubuh kita sendiri pun, latihan otot kaki ini bisa dilakukan. Mereka yang memiliki cedera, baik cedera kaki maupun punggung, dapat melakukan latihan berintensitas rendah atau menggunakan alat bantu rubber band (karet), gym ball, atau tanpa beban tambahan.


“Fungsi beban di sini hanyalah sebagai tensi (menambah tegangan) agar otot beradaptasi. Jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan. Jangan lupakan pula posisi badan hingga kaki. Khusus bagian perut, posisinya harus aktif (mengencangkan perut atau menarik pusar ke dalam), tapi napas tidak ditahan,” ucap Ucu yang lulusan International Fitness Profesional Association (IFPA) Amerika dan mengawali dunia kebugaran sejak sembilan tahun lalu itu.



Selama satu jam latihan, peserta kebugaran bisa membagi 10 menit latihan kardio sebagai pemanasan, 45 menit latihan inti, dan lima menit di akhir sebagai peregangan (stretching). Masing-masing gerakan bisa dilakukan sebanyak tiga set dengan 8 hingga 12 kali repetisi. Tidak ada beda antara pria dan wanita, kecuali jumlah beban yang harus diangkat.


Lulusan Andy’s Personal Training School (APTSc) Jakarta dan Academy Fitness Aerobic & Spa Jakarta ini menambahkan, saat melakukan latihan pun harus memerhatikan pengaturan napas. Saat melawan beban, sebaiknya buang napas. Begitu juga sebaliknya. Jika merasa haus, jangan segan untuk langsung minum baik itu sebelum, selama, maupun sesudah latihan.
Sumber : http://masenchipz.com/kaki-kuat-jantung-sehat