Tampilkan postingan dengan label Sipil Konstruksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sipil Konstruksi. Tampilkan semua postingan

Jumat, April 17, 2009

Spesifikasi Baja Ringan


spesifikasi rangka atap baja ringan

spesifikasi rangka atap baja ringan


Banyaknya produk baja ringan yang beredar di pasaran tidak berarti memudahkan konsumen dalam menentukan pilihan yang tepat, dikarenakan masing-masing merk tentu saja mengaku sebagai produk unggulan yang paling baik diantara yang lainnya. Semakin banyaknya merk baja ringan yang beredar di pasaran membuat konsumen atau pemakai baja ringan di Indonesia menjadi bingung dalam menentukan pilihan.
Dalam memilih rangka atap baja ringan yang berkualitas, perlu diperhatikan beberapa hal penting sebagai berikut: Mutu Baja, karena ketebalan profil baja ringan sangat tipis (yang beredar di Indonesia berkisar 0,5 sampai 1 mm), bahan baja yang harus dipakai adalah baja mutu tinggi atau biasa disebut High Tension Steel, umumnya (standar) G550, artinya Yield Strength maupun Tension Strength dari baja tersebut minimal 550 MPa. (”minimal” tidak sama dengan “rata-rata” dengan kata lain sewaktu diuji tarik di laboratorium, tension strength-nya tidak boleh kurang dari 550 MPa) Lapisan Anti Karat Di Indonesia lapisan anti karat yang umumnya dipakai adalah lapisan Z (Zinc) yang sering disebut Galvanis atau lapisan AZ (Aluminum dan Zinc). Masing-masing lapisan punya kelebihan maupun kekurangan sendiri. Banyak orang salah mengerti bahwa bahan Aluminum Zinc lebih baik daripada Zinc (Galvanis), padahal yang menentukan adalah ketebalan lapisan yang dipakai, bukan jenisnya. Untuk mencapai taraf ketahanan yang relatif setara, ketebalan lapisan Zinc yang dipakai harus lebih tebal daripada Aluminum Zinc. Standar umum untuk bahan struktural (menanggung beban), ketebalan lapisan Aluminum Zinc tidak boleh kurang dari 100 gram/m2 (AZ 100) sedangkan untuk lapisan Zinc (Galvanis) tidak kurang dari 200 gram/m2 (Z 200). Di negara-negara yang sudah mengadopsi standar / peraturan bangunan (building codes) untuk baja ringan, pemakaian ketebalan lapisan yang kurang dari standar tersebut merupakan pelanggaran yang serius.
Oleh karena itu sertifikat atau hasil uji bahan baik dari mutu baja, ketebalan profil, kadar lapisan anti karat (coating) menjadi syarat mutlak dalam pemilihan produk atau merk baja ringan.

Sumber : http://rangkaatap.com/spesifikasi-baja-ringan/

Kamis, April 16, 2009

Penutup Atap Baja Ringan


penutup atap rangka baja ringan

penutup atap rangka baja ringan


Jenis penutup atap apakah yang bisa digunakan pada struktur rangka baja ringan ? Mampukah rangka baja ringan menopang penutup atap genteng keramik atau genteng beton yang sangat besar beratnya? Apakah bisa rangka baja ringan menggunakan penutup atap asbes atau genteng metal ? Demikian pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul juga diantara calon pemakai rangka atap baja ringan.


Sama seperti halnya dengan rangka atap kuda-kuda kayu, struktur rangka atap baja ringan bisa dikatakan mampu dipasang menggunakan jenis genteng apapun dengan berbagai macam variasi berat genteng. Seperti yang telah disinggung pada artikel sebelumnya, perusahaan baja ringan yang berpengalaman biasanya mempunyai software khusus dalam perhitungan strukturnya termasuk juga perhitungan beban-beban rencana. Beban genteng dimana merupakan bagian dari beban rencana sudah diperhitungkan pada saat pendisainan struktur rangka atap baja ringan, jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi apabila struktur baja ringan tidak mampu menahan beban genteng yang besar ( pelanggan atau calon pengguna konstruksi baja ringan harus kritis mengenai sofware perhitungannya, dan besar beban genteng yang dipakai harus tercantum dalam gambar kerja atau gambar detail kuda-kuda ).
Apakah ada perbedaan struktur,  apabila rangka atap baja ringan menggunakan atap genteng metal atau genteng beton? Tentu saja ada. Genteng metal memiliki berat yang lebih ringan apabila dibandingkan dengan genteng beton, tentu saja struktur pengaku ataupun kebutuhan profil rangka atap baja ringan apabila didesain dengan genteng metal  tidak sebanyak dan setebal apabila menggunakan jenis genteng beton atau genteng keramik. Perbedaan banyaknya kebutuhan bahan dan perbedaan variasi ketebalan profil baja ringan pada kedua jenis genteng tersebut ( genteng metal dan genteng beton ), tentu saja mempengaruhi harga jual suatu konstruksi rangka atap baja ringan. Jadi merupakan hal yang wajar apabila konstruksi rangka atap baja ringan yang didesain menggunakan jenis genteng metal memiliki kecenderungan harga yang lebih murah apabila dibandingkan dengan rangka atap baja ringan yang didesain menggunakan jenis genteng beton ataupun genteng keramik ( pada bangunan atau bentuk atap yang sama ).
Rangka atap baja ringan sebagai solusi terbaik pengganti kuda-kuda kayu diharapkan dapat terus berinovasi, sehingga dapat memberikan konstribusi yang berarti dan mampu menjawab segala tantangan dunia konstruksi di Indonesia.
Sumber : http://rangkaatap.com/penutup-atap-rangka-baja-ringan/

Rangka Atap Baja Ringan


Pemakaian baja ringan dipasaran semakin popular,namun ada beberapa hal teknis yang harus dipahami untuk menghindari membeli rangka atap yang salah. Rangka atap baja ringan adalah struktur bangunan yang tidak bisa dirancang dan dibangun sembarangan,tanpa sistem yang baik yan tidak memperdulikan efek dari kegagalan struktural yang terjadi.

Berikut beberapa pemahaman yang harus diketahui oleh calon pembeli sebelum memutuskan memilih merk tertentu

   1. sistem rangka atap baja ringan berbeda dengan rangka atap kayu.

Anggapan salah yang beredar di masyarakat adalah bahwa rangka atap baja ringan sama dengan rangka atap kayu. Sesungguhnya profil kayu dan baja ringan adalah dua material yang memiliki mekanika property yang berbeda sama sekali sehingga harus diperlakukan berbeda juga.

Selain itu perlu dicermati bahwa konsep rangka tersebut merupakan suatu kesatuan sistem yang terintegarasi antara satu rangka dengan yang lain secara struktural. Sehingga tidak boleh diperlakukan sebagai material satuan (batangan). Karena itu dibutuhkan sebuah system yang mampu mengakomodir kebutuhan sistem tersebut.

   2. tidak semua material dengan lapisan coating zinc-aluminium adalah sama.

Lapisan zinc aluminium mempunyai ketahanan karat yang lebih tinggi dibanding lapisan (coating) jenis Zinc (seng) yang sering disebut galvanis. Lapisan baja galvanis harus jauh lebih tebal untuk menyamai ketahanan karat yang sama terhadap coating Zinc Aluminium.

Untuk ketebalan yang sama coating Zinc-Aluminium mempunyai ketahanan karat 4 kali lebih lama dibandingkan coating galavanis. Mutu baja ringan yang digunakan untuk produk struktural idealnya tidak kurang dari 550 Mpa.

   3. tidak semua rangka atap baja telah memiliki sistem.

Memiliki sistem berarti telah memiliki spesifikasi terhadap semua komponen material yang kemudian secara spesifik dirumuskan kedalam program komputer khusus untuk mendesain struktur kuda-kuda baja ringan. Uji struktural dilab harus dilakukan terhadap sebuah disain sebelum struktur kuda-kuda dinyatakan aman untuk digunakan.

Hati-hati dengan penggunaan program komputer umum rekayasa sipil yang tidak khusus untuk mendisain rangka atap baja ringan. Untuk menghasilkan sistem yang baik diperlukan usaha dan pengalaman puluhan tahun dalam penelitian dan pengembangan sebelum sebuah sistem rangka atap dinyatakan layak untuk digunakan.

Cermati hal-hal berikut pada saat memilih rangka atap baja ringan

   1. pilihlah rangka atap baja ringan dari produsen yang bertanggung jawab dan selalu menjaga kualitas
   2. pikirkan konsekuensi dari resiko kegagalan dibandingkan selisih harga.
   3. tanyakan kualifikasi tukang pemasang.
   4. jangan terkecoh pada garansi yang ditawarkan. Ada produsen yang menganggap garansi hanya selembar kertas yang gampang disiapkan.
   5. tanyakan dokumen sertifikasi apa saja yg telah dimiliki.
   6. teliti gambar kerja/fabrikasi yang ada. Apakah setiap kuda-kuda memiliki gambar fabrikasi dan ukuran-ukuran untuk fabrikasi tercantum jelas?
   7. tanyakan mengenai baut yang digunakan bukan baut eceran (non struktural) tanpa spesifikasi teknis.
   8. minta rekomendasi dari pihak-pihak yang memahami konstruksi seperti konsultan perencana.
   9. tanyakan pengetesen terhadap struktur kuda-kuda secara utuh.

Elemen baja ringan

Berbeda dengan baja konvensional,baja ringan merupakan baja mutu tinggi yang memiliki sifat ringan dan tipis,namun memililki fungsi setara baja konvensional. Rangka atap baja ringan diciptakan untuk memudahkan perakitan dan konstruksi.

Meskipun tipis,baja ringan memiliki derajat kekuatan tarik 550 Mpa,sementara baja biasa sekitar 300 Mpa.

Kekuatan tarik dan tegangan ini untuk mengompensasi bentuknya yang tipis. Di Indonesia 0,4 mm – 1 mm

Rangka atap baja ringan memiliki beberapa elemen yaitu kuda-kuda,reng,sekrup dan jurai dalam untuk mencegah tampias.

Kuda-kuda merupakan struktur utama dalam konstruksi atap baja ringan. Untuk mendapatkan kuda-kuda yang kokoh,cermati lebar bentangan dan besar beban yang akan diterima,demikian pula dengan derajat kemiringan atap. Ketebalan material baja ringan untuk kuda-kuda dan web berkisar 0,7-1 mm. Sementara untuk reng sekitar 0,4-0,7 mm.

Perhitungan kuda-kuda baja ringan amat berbeda dengan kayu,yakni cenderung lebih rapat. Semakin besar beban yang harus dipikul,jarak kuda-kuda semakin pendek. Misalnya,untuk genteng dengan bobot 75 kg/m2, maka jarak kuda-kuda menjadi 1,2 m. Perhitungan ini pun masih dipengarahui banyk faktor.

Beberapa kelebihan dan kekurangan

Kelebihan

   1. karena bobotnya yang ringan maka dibandingkan kayu, beban yang harus ditanggung oleh struktur dibawahnya lebih rendah.
   2. baja ringan bersifat tidak membesarkan api (non-combustile)
   3. konsumen tidak perlu kuatir masalah rayap
   4. karena sifat materialnya ringan dan mudah dirakit,bila dibandingkan rangka kayu pada luasan yang sama pemasangan kerangka atap baja ringan.
   5. baja ringan nyaris tidak memiliki nilai susut.

Kekurangan

   1. kerangka atap baja ringan tidak bisa diekspos seperti rangka kayu sistem rangka kayu,sistem rangkanya yang berbentuk seperti jaring kurang menarik bila tanpa penutup plafond.
   2. karena strukturnya yang seperti jaring maka bila ada salah satu bagian struktur yang salah hitung ia akan menyeret bagian lainnya.
   3. rangka atap baja ringan tidak sefleksibel kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai profil. Pada konstruksi atap yang berbentuk bundar akan lebih mudah bila konstruksinya menggunakan rangka kayu.



Sumber : http://forum.sipil96.com/index.php?topic=65.0

Senin, April 13, 2009

Menata Rumah Mungil


Kecenderungan masyarakat di perkotaan pada saat ini ingin memiliki rumah yang praktis dan multifungsi, tetapi tetap nyaman untuk ditinggali. Tidak mengherankan jika gaya minimalis kerap digandrungi sehingga rumah-rumah mungil pun tetap mempunyai seabrek fungsi. Beberapa orang mengatakan Living in the box, mungkin itulah ungkapan yang cocok.



Akan tetapi, yang jelas dalam rumah mungil hanya terdapat fungsi pokok rumah. Kini rumah mungil tidak selalu berarti kaku, sumpek, dan sempit. Sebenarnya, rumah mungil dapat ditata dengan interior yang tepat agar nyaman dan terkesan luas. Meskipun hanya memiliki lahan yang terbatas Anda harus bisa mensiasati ruang-ruang yang sempit agar dapat memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan keluarga. Dan mencari solusi agar kesan sesak yang seringkali terlihat pada rumah-rumah mungil bisa diminimalisasi.


Saat ini terbatasnya ruang sudah tidak relevan lagi sebagai alasan memiliki rumah berukuran kecil. Keterbatasan lahan, apalagi di kota-kota besar, menuntut masyarakat untuk berhemat dalam mendirikan rumah. Butuh trik khusus saat menata interior rumah mungil. Mulai dari pemilihan warna dinding hingga pajangan dalam ruang. Si pemilik tertantang menciptakan kenyamanan dalam huniannya, meskipun terbentur dengan masalah luas lahan yang ukurannya serba terbatas. Namun anda jangan lekas berkecil hati karena dengan penataan ruang, pemilihan warna dan pemilihan furniture yang tepat dapat mensiasati ruangan-ruangan yang kecil menjadi lebih terlihat luas dan tetap asri.


Warna Cerah Terkesan Lapang

Dalam menata ruang terbatas terdapat banyak cara, misalnya saja dengan mensiasati warna dinding dengan warna-warna yang terang. Selain itu gunakan juga furnitur yang tidak masif dan terkesan simple dan membuat ruang terusan tanpa ada batas masif.

Ruang dapat dibiarkan terbuka dengan menerapkan perbedaan ketinggian lantai atau plafon sebagai batas.


Saat ini, penataan interior rumah tinggal pun harus mengikuti tren yang berkembang pada fenomena rumah dengan ruangan terbatas ini. Selain memperhatikan pertimbangan selera pribadi penghuninya, penataan interior juga harus mengacu kepada kebutuhan.

Kebutuhan dan gaya hidup tiap generasi memang berbeda. Kriteria pemilihan rumah pun berlainan. Misalnya, ada yang memilih rumah atas pertimbangan dekat dengan pusat kegiatan atau rutinitas kegiatan sehari-hari juga menjadi bahan pertimbangan.

Kesan simpel bisa diperoleh mulai dari bentuk arsitektur rumah, bentuk dan penataan interior serta tahap finishing. Banyak furniture yang memiliki bentuk organik dengan motif garis-garis dinamis yang memiliki kesan lembut dan nyaman tetapi tetap sesuai dengan fungsinya. Bahan pelapis furniture pun motifnya akan beralih dari bunga-bunga ke motif polos.

Konsep penataan interior tidak akan banyak berubah. Konsep dasar penataan ruang tetap ditujukan untuk menciptakan kesan lapang dan nyaman.


Kesan ini dapat diciptakan dengan mengaplikasikan bukaan yang agak besar pada dinding rumah. Konsep itu diterapkan untuk menyiasati keterbatasan lahan rumah tinggal dan secara arsitektural bukaan besar tersebut terbukti mampu memberi kesan ruang yang semakin luas.


Rak Penyimpanan

Jika Anda senang mengoleksi barang-barang seperti buku, botol minum atau pernak-pernik lainnya. Akan sangat disayangkan jika hobi tersebut tidak terwujud hanya karena ruangan tempat tinggal anda sempit.

Sebenarnya Anda bisa mensiasatinya dengan memilih furnitur yang memiliki banyak fungsi dan dapat disesuaikan dengan keadaan rumah, misalnya membuat lemari gantung atau membuat rak buku di bawah tempat tidur atau bawah meja keluarga. Siasati sudut-sudut tak terpakai di rumah Anda. Area ini bisa disulap jadi tempat penyimpanan buku.

Jika orang lain berusaha menyembunyikan rak buku atau koleksinya, bahkan tega menyimpannya di gudang karena tidak adanya tempat, namun anda bisa membuat rak cantik sebagai penyimpanan barang kesayangan anda. Rak ini bahkan bisa menjadi penghias rumah yang unik menggantikan lukisan atau pajangan dinding lainnya.


Umumnya rumah berukuran kecil menempatkan sekat antara ruang tamu dengan ruang keluarga. Anda juga bisa menjadikan rak itu sebagai sekat antar ruang. Sekat ini bisa anda gunakan sebagai rak koleksi atau rak buku.

Pintar-pintarlah dalam mencari celah di dalam rumah, seperti ruang bawah tangga, salah satu sudut ruang keluarga, dinding bagian atas, garasi yang tidak terpakai adalah area yang bisa dimanfaatkan untuk meletakkan rak.

Rak gantung adalah rak yang menempel pada dinding, bukan rak yang punya kaki. Rak seperti ini terlihat lebih ringan, tidak membuat ruang penuh, dan karena tidak punya kaki, bagian bawahnya bisa digunakan untuk meletakkan perabot lain, seperti sofa atau meja.

Kalau Anda ingin ruangan terkesan rapi dan bersih, rak tanam bisa jadi pilihan yang pas. Karena rak masuk ke dalam dinding, luas ruangan tidak berkurang. Sebelum membuat rak tanam, tentukan buku apa yang akan dimuat di situ, karena rak tanam sifatnya permanent sehingga sulit diubah-ubah ukurannya.



Pemanfaatan Ruang-ruang Kosong

Mezanin bisa jadi salah satu cara mendapatkan ruang tambahan tanpa perlu melakukan perubahan struktur rumah. Mezanin ini bisa dibuat dengan memanfaatkan ruang bawah atap (attic). Ruang tambahan ini bisa digunakan untuk meletakkan rak buku secara berjajar. Kalau cukup luas, mezanin malah bisa anda jadikan ruang kerja atau ruang baca.


Di samping itu, anda juga bisa membuat perabot multifungsi. Misalnya membuat bangku panjang dengan rak buku di bawahnya. Anda jadi punya tempat khusus sembari membaca buku-buku favorit.


Asalkan pintar mengakali keterbatasan ruang, barang-barang koleksi anda akan tertata sesuai keinginan anda tetapi tak akan membuat rumah terasa penuh dan sesak.


Pencahayaan Dalam Ruangan

Faktor pencahayaan dari lampu pun tidak sepatutnya dilupakan. Cahaya lampu hanya ada dua, yaitu kuning dan putih. Cahaya putih dari lampu neon, misalnya, lebih memberikan kesan dingin, formal, dan tidak alami. Adapun warna kuning berkesan lebih hangat, segar, alami, dan romantis.



Sementara itu, kaca yang membatasi bagian dalam rumah dengan ruangan di luarnya pun memengaruhi kesan pandangan yang ditimbulkan. Adanya kaca membuat kita bisa melihat keluar. Hal ini, secara psikologis, memberikan kesan bahwa ruangan itu luas.

Selain itu, adanya kaca membuat sinar matahari bisa masuk ke dalam ruangan. Nuansa ruangan dapat mengalir ringan jika sinar matahari leluasa masuk dan pandangan mata lepas ke halaman.
Unsur vertikal terlalu banyak dan blocking untuk memisahkan satu ruangan dengan yang lainnya juga dapat memberikan kesan kaku dan sempit. Sebaiknya hindari unsur vertikal yang terlalu banyak ini. Bufet atau Credenza kecil atau bahkan sofa bisa dijadikan media penyekat ruangan.

Jika kita memiliki rumah yang mungil, sebaiknya pula memilih mebel yang kalem dan simpel. Mebel yang dipilih pun dianjurkan memiliki warna yang mendekati warna dinding sehingga tidak terkesan berat dan sempit.

Warna gelap biasanya cenderung terkesan mengarah mendekati kita sehingga ruangan tampak lebih sempit. Unsur- unsur alam, seperti pepohonan dan tanaman bunga, dapat pula ditambahkan untuk memberikan kesegaran pada ruangan.


Trik Memanfaatkan Ruang Sempit :
  1. Pilihlah warna-warna yang terang dan jangan sekali-kali memilih warga gelap karena akan membuat ruangan tampak semakin sempit.
  2. Pilih Furnitur yang simple dan berkesan tidak padat, misalnya pilih lampu gantung vertikal, furnitur yang berkaki tinggi, dll.
  3. Pilihlah furnitur yang memiliki tulang tipis dan memiliki desain simple yang senada dengan karakter rumah.
  4. Manfaatkan setiap detil ruangan seperti bawah tangga, lorong, kolong tempat tidur maupun lemari. Sebaiknya pilih lemari dengan bukaan geser agar tidak makan ruangan.
  5. Jika suka akan tanaman, pilihlah tanaman yang simple dan isahakan yang memiliki batang yang tipis.
  6. Pilihlah perabot rumah yang memiliki daya guna multifungsi dan sesuaikan dengan kebutuhan.
  7. Letakkan perabot-perabot yang agak keras di sudut-sudut ruangan agar jarak pandang terlihat luas.
Selamat Mendekorasi Rumah Anda..

Sumber : http://architectaria.blogspot.com/2008/02/menata-rumah-mungil-agar-tetap-cantik.html

Selasa, April 07, 2009

Tips Mengawetkan Kayu

Kayu merupakan salah satu bahan konstruksi yang harganya relatif mahal. Untuk itu apabila kita hendak mendirikan bangunan dari kayu sebaiknya kita melakukan perawatan terlebih dahulu terhadap kayu tersebut untuk menambah umur pemakaiannya sehingga kayu menjadi awet.
Pertama - tama kita siapkan terlebih dahulu bahan - bahan berikut :
  1. 4 liter minyak tanah
  2. 1/2 kg garam
  3. 1 botol cuka masak
Cara penggunannya adalah :
  1. Campurkan ketiga bahan diatas diaduk hingga larut dan merata
  2. Oleskan campuran yang sudah larut tersebut dengan menggunakan kuas ke seluruh bagian permukaan kayu secara merata
  3. Setelah merata jemur kayu tersebut di bawah terik matahari.
  4. Apabila larutan telah habis campurkan kembali bahan - bahan di atas dengan takaran yang sama, kemudian lakukan cara pada no.1 s/d no.3 dua kali olesan untuk hasil yang maksimal.
Bagaimana menurut anda, mudah dan murah bukan ?


Kamis, April 02, 2009

Tangga Unik Dengan Konstruksi Besi


Tangga unik dengan
konstruksi besi



by astudio




20 Feb 2007

Ide dari rumah ini adalah salah satu bagian bangunan, yakni tangga dengan
konstruksi besi. Selain dari tembok yang unik menggunakan bata blok,
tangga ini sangat menarik untuk diapresiasi. Konstruksi utama besi
menyangga profil siku ganda yang digunakan untuk menyangga kayu anak
tangga. Railing dibuat dari kombinasi besi struktur biasa yang dilas dan
disambungkan dengan kayu untuk pegangan railing.







Perhatikan hubungan pandangan (view) yang menarik pada bordes tangga,
kaca es, dan dinding bata blok ini. Kelihatan sangat menarik bukan?




Gambar diatas menunjukkan hubungan konstruksi tangga hingga ke
detailnya. Dibutuhkan paling tidak kerja dan diskusi antara tiga peran
dalam membangun sebuah tangga baja; arsitek, kontraktor, dan tukang-tukang
yang mengerjakannya. Dalam hal ini, untuk menghindari kesalahan dalam
proses konstruksi.


Sumber : http://www.astudio.id.or.id/artikel995rumahbatablok.htm

Garis Besar Metode Kerja Konstruksi Gedung


A.latar belakang

Manajemen konstruksi adalah kegiatan manajemen konstruksi di lapangan,mulai dari persiapan lapangan,pelaksanaan pekerjaan serah terima pekerjaan dan pemeliharaan pekerjaan.
pelaksanaan perlu dikendalikan dengan baik agar mutu,waktu dan biaya pembangunan sesuai spek,dan yang penting rumah tahan gempa

B.Persiapan

-pelaksana konstruksi,tim monitoring dan supervisi

pelaksana menunjuk penanggung jawab pelaksana,mandor galian dan pondasi/sloof,mandor dinding dan kolom/balok,mandor kuda-kuda dan atap/penutup atap,mandor lantai dan plesteran,mandor plafond,dan mandor finshing.

-pertemuan teknis untuk memberdayakan tukang dikumpulkan secara rutin.

-penyusunan jadwal pelaksanaan (disepakati bersama),terutama dalam kaitan prestasi untuk opname dan keperluan pembayaran

-pembersihan lapangan dalam hal ini telah dianggap bowklaar atau lapangan telah siap untuk dibangun.pematangan telah dilakukan sebelumnya termasuk jika pondasi masih bisa digunakan.

-penetapan titik referensi lapangan,uitzet dan bownplank,hati-hati as dan siku serta titik nol bangunan (secara sederhana dapat menggunakan dalil pythagoras).

-dokumentasi posisi 0%

-didalam persiapan ini juga segala kebutuhan dan alat serta gambar-gambar telah siap dilapangan.

- didalam persiapan juga termasuk mempelajari dokumen pelaksanaan,seperti gambar,RKS dan melihat keterlaksanaannya (constructability)

C. Pekerjaan galian dan pondasi/sloof

-persiapan

1. penetapan as pondasi
2. pembuatan mal profil penampang pondasi
3. penggalian tanah pondasi sampai tanah keras sesuai spek
4. penetapan peil pondasi baru

-pekerjaan pondasi

1. penempatan mal (termasuk benang level atas pondasi selang waterpass)
2. pekerjaan pasangan pondasi batukali,ingatkan cara susun batu kali pondasi
3. lakukan bersama mixed design adukan 1pc:4ps
4. pemasangan besi angkur dinding
5. berikan mal besi untuk angkur.

-pekerjaan besi tulangan

1. sepakati dengan tukang bahwa tulangan harus benar diameternya,jangan ukuran banci.jadi tidak boleh menggunakan besi banci!
2. siapkan besi tulangan dengan memberikan satu contoh sengkang 10x10.
3. siapkan satu contoh besi tulangan yang telah dirakit,baik untuk angkur,sloof,kolom,ringbalk dan sistem angkur kuda-kuda.
4. ingatkan cara potong besi dan sistem pengangkurannya.
5. pekerjaan sloof
- pekerjaan bekisting sloof,ingatkan jarak-jarak perkuatan bekisting
- pemotongan dan perakitan besi tulangan sesuai gambar termasuk besi tulangan angkur kolom,berikan satu contoh potongan besi sengkang dan mal pembengkokkannya.
6. pengadukan beton sesuai spesifikasinya.ingatkan mixed 1pc:2ps:3kr
7. pengecoran beton ingatkan untuk rojokan.

-pekerjaan urugan kembali

Tanah dipadatkan/ditimbris

D. Pekerjaan dinding dan kolom/balok ring

- pasang besi tulangan kolom dan disanggah dengan kayu

- pekerjaan pasangan dinding bata

1. cek batu bata
2. pasang benang referensi diikat kepenyanggah besi tulangan kolom
3. buat adukan sesuai campuran yang ditetapkan dalam spek
4. susun batubata dan adukan
5. setiap ketinggian 50 c,cor kolom dan pasang angkur dinding kekolom
6. lanjutkan pas batu bata 50 cm dan cor kolom dan pasang besi kolom
7. perhatian : ketinggian pasangan bata sehari jangan lewat 150 cm dan luasan dinding bata 9 m2
luasan dinding bata setiap 9m2 dibingkai balok / kolom praktis
pintu dan jendela dibingkai dgn balok/kolom praktis
kusen diberi angkur besi 8 sekurangnya 3 buah tiap sisi tegak bersentuhan dengan bingkai balok/kolom praktis
khusus kusen pintu diberi locis dengan angkur besi 8 sepanjang 15 cm 5 masuk kayu dan 10 dibungkus pasangan locis
adukan locis dari pasangan 1pc:4psr

-pekerjaan ringbalk
sama dengan pekerjaan sloof.hanya perlu dilevel ulang dengan waterpass (selang)

E.Pekerjaan kayu

-perlu dibuatkan shop drawing kuda-kuda dan memberi contoh satu potongan

-jika shopdrawing benar dan dilaksanakan dengan benar,maka batang bawah tarik dan batang miring tekan akan terjadi.

-ajarkan sistem lidah dan coakan sesuai dengan shop drawing.

F. Pekerjaan kuda-kud dan atap/penutup atap

-pekerjaan sofi-sofi

sama dengan pekerjaan pasangan bata termasuk kolom sofi-sofi,ingatkan horizontal dan vertikal siar pasangan bata.

-pekerjaaan kuda-kuda beton

1. siapkan bekisting
2. potong dan rakit besi tulangan
3. buat adukan dan cor sekaligus pasang besi angkur perletakan gording
4. khusus angkur agar diberi perhatian serius mengenai sistem sambungannya kekolom/ringbalk.kegagalan yang umum adalah atap rubuh

-pekerjaan gording dan penutup atap

1. pasang gording dan ikat keangkur gording
2. pasang penutup atap
3. pasang nok dan talang

G. Pekerjaan lantai dan plesteran

-jika tanpa plafond

1. buat kepala plesteran
2. selesaikan plesteran
3. rapikan plesteran dengan acian
4. buat tali air disetiap kusen
5. sistem listrik dengan outbow
6. pekerjaan lantai dan penutup lantai (keramik,vinil dll)

-jika pakai plafond

selesaikan plafond dulu baru plesteran dan lantai

H. Pekerjaan plafond

-persiapan

1. tandai dinding dengan level yg direncanakan menggunakan selang waterpass dan benang penggaris hitam
2. serut kayu kaso sisi bersentuhan dengan penutup plafond
3. potong kayu kaso sepanjang dibutuhkan
4. potong penutup plafond sesuai polanya

-pelaksanaan

1. pasang kaso dan ikat dengan besi beton 10 cm ke dinding bata
2. pasang rangka plafond lainnya dan gantung dengan penggantung
3. pasang penutup plafond dan ikat dengan paku
4. cat plafond

I. Pekerjaan finishing

-pekerjaan cat
1. pasang dempul/plamur atau bahan lainnya
2. kuas cat sebanyak minimal 3 lapis

-pekerjaan kunci dan grendel
1. pasang engsel,kunci dan grendel
2. pasang ikatan angin jendela

-pekerjaan pemebersihan lapangan
bersihkan seluruh site


catatan

1. pelaksanaan konstruksi bangunan tahan gempa sangat mementingkan ketelitian dalam peneyelesaian sambungan
2. kemampuan sambungan sangat besar peranannya dalam pemerataan beban yang ada keseluruh komponen struktur.

Sumber : http://blogkonstruksi.blogspot.com/search/label/Konstruksi%20Gedung

Beton Daur Ulang

Beton merupakan bahan yang sangat penting dan banyak digunakan dalam dunia kontruksi. Banyaknya jumlah penggunaan beton dalam kontruksi mengakibatkan peningkatan kebutuhan material beton, sehingga memicu penambangan batuan sebagai salah satu bahan pembentuk beton secara besar-besaran. Hal ini menyebabkan turunnya jumlah sumber alam yang tersedia untuk keperluan pembetonan.

Keterbatasan kemampuan alam dalam menyediakan material pembentuk beton merupakan sebuah persoalan yang penting. Disisi lain ada beberapa bangunan tua yang terpaksa dibongkar karena bangunan tersebut perlu diperbaharui, mengalami kerusakan, atau tidak layak lagi dihuni.

Pembuangan limbah tersebut memerlukan biaya dan tempat pembuangan. Pembuangan limbah padat seperti ini pada dasarnya dapat mengurangi kesuburan tanah. Disamping itu, pada saat ini beton siap pakai (ready mix) sedang marak digunakan untuk pembuatan kontruksi bangunan, namun pada penerapannya sering terjadi kelebihan supply dan sisanya terkadang dibuang di sembarang tempat, sehingga dapat mengurangi kesuburan tanah dan merusak keseimbangan ekosistem.

Permasalahan kerusakan alam yang diakibatkan oleh penambangan batuan yang berlebihan dan pembuangan limbah beton tersebut mendorong peneliti untuk memanfaatkan atau mendaur ulang limbah beton yang dihasilkan dari suatu aktifitas pembongkaran atau pengadaan kontruksi sebagai agregat alternatif yang dapat menggantikan sebagian atau seluruh agregat alam di dalam campuran beton.

Beton Daur Ulang (BDU) merupakan campuran yang diperoleh dari proses ulang material yang sebelumnya. Beberapa perbedaan kualitas, sifat-sifat fisik dan kimia agregat daur ulang, menyebabkan perbedaan sifat-sifat (properties) material beton yang dihasilkan, seperti menurunnya kuat tekan, kuat tarik, dan modulus elastisitasnya. Selain itu juga diamati perbedaan kemiringan kurva hubungan tegangan-regangan uniaksial dan multiaksial, yang menjadi landai pada saat sebelum beban puncak dan menjadi curam setelah beban puncak. Disamping itu, hubungan tegangan-regangan puncak multiaksial juga menjadi menurun. Perbedaan sifat-sifat material beton agregat daur ulang tersebut mengakibatkan beberapa perbedaan persamaan yang menggambarkan hubungan antara kuat tarik dan kuat tekan, modulus elastisitas dan kuat tekan, dan model konstitutif tegangan-regangan beton uniaksial, tegangan-regangan puncak multiaksial. Beberapa persamaan dan model konstitutif telah diperoleh dari hasil studi eksperimental untuk menggambarkan perbedaan sifat-sifat dan perilaku mekanik beton agregat daur ulang.

Berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki dari hasil penelitian didapatkan bahwa beton daur ulang (BDU) dengan agregat bekas pakai dapat digunakan sebagai beton struktural dengan kekuatan relatif sama dengan beton normal (BN) dimana kuat tekan yang dimiliki dapat mencapai 380 Kg/cm2 atau sekitar 98% dibanding beton normal, pada faktor air semen 0,4 dan dapat mencapai 350 kg/cm2 atau sekitar 92% dibanding beton normal pada faktor air semen 0,5.

Beton dengan agregat bekas pakai memiliki kekuatan lentur dan tarik lebih tinggi dibandingkan dengan beton normal, dan hal ini sangat menguntungkan apabila digunakan dalam struktur perkerasan kaku/lapisan perkerasan jalan dan lapangan terbang dimana sifat tersebut sebagai dasar dalam perencanaannya.

Penelitian agregat daur ulang untuk pembuatan beton secara massal telah dilakukan oleh Rosidawani (2005). Salah satu sifat yang membedakan beton massal dengan jenis beton lainnya adalah perilaku panas yang terjadi. Akibat reaksi semen dan air yang merupakan reaksi eksotermik. Kenaikan panas hidrasi pada dimensi beton massal yang besar yang menyebabkan panas yang terjadi tidak dapat disipasi, menjadi cukup besar. Volume beton dengan dimensi yang cukup besar ini memerlukan pengontrolan agar dapat menanggulangi perkembangan panas hidrasi dan perubahan volume beton untuk meminimalisir keretakan yang terjadi. Berdasarkan acuan ini dan dari persamaan matematis yang diperoleh, didapat volume minimal beton massal yang harus mendapatkan perawatan dan kontrol pada umur-umur awal untuk menghindari pengaruh panas hidrasi terhadap keretakan beton.

Penggunaan Beton Daur Ulang (BDU) untuk pelat telah diteliti oleh Amri (2005). Hasil penelitian Afmi menunjukkan bahwa secara umum sifat mekanis beton agregat daur ulang lebih jelek dibanding beton yang terbuat dari agregat alam, terutama dalam menahan beban tarik. Fachruddin (2005) menggunakan agregat limbah padat (agregat sisa kebakaran dan sisa ready mix) untuk meneliti pengaruh agregat ini terhadap perilaku Balok T. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental terhadap perilaku Balok T terhadap beton agregat alami dan agregat daur ulang. Enam benda uji balok beton bertulang yakni dua beton agregat alami, dua beton agregat sisa kebakaran dan dua beton agregat sisa ready mix masing-masing dengan mutu 25 dan 50 MPa dilihat perilaku lentur dan gesernya terhadap akibat pembebanan statik (monotonic loading). Pembebanan yang dilakukan terhadap balok benda uji adalah beban terpusat statik monoton dengan kontrol beban.

Perkembangan mengenai teknologi beton telah mengalami kemajuan pesat dengan memanfaatkan abu terbang yang dikombinasikan dengan High Performance Superplasticizer sehingga mampu membuat beton di lapangan dengan mutu tinggi. Atas dasar kinerjanya maka beton tersebut lebih dikenal sebagai Beton Kinerja Tinggi (High Performance Concrete), dengan memanfaatkan beton bekas secara keseluruhan (100% agregat kasar berasal dari beton bekas).

Agregat Daur Ulang

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan agregat beton bekas adalah memerlukan air bebas pada adukan yang lebih tinggi karena sifat penyerapan air yang lebih besar, waktu pemadatan yang lebih lama karena plastisitasnya lebih rendah dan sifat permukaan agregat lebih kasar.

Berdasarkan hasil studi eksperimental, agregat daur ulang mengandung mortar sebesar 25 hingga 45 % untuk agregat kasar, dan 70 hingga 100% untuk agregat halus. Di samping itu, pada agregat daur ulang juga terdapat retak mikro, dimana retak tersebut dapat ditimbulkan oleh tumbukan mesin pemecah batu (stone crusher) pada saat proses produksi agregat daur ulang yang tidak dapat membelah daerah lempengan atau patahan pada agregat alam. Selain itu, hasil dari pengujian eksperimental dengan sinar X (X-ray) terdapat perbedaan kandungan unsur-unsur kimia di dalam agregat daur ulang, yaitu unsur silika (Si) dan kalsium (Ca). Hal ini dikarenakan agregat daur ulang sebelumnya merupakan beton yang telah mengalami reaksi hidrasi, dimana unsur Si dan Ca yang terdapat pada agregat daur ulang diperoleh dari senyawa kalsium silika hidrat (C-S-H), ettringite (C-A-S-H), dan Ca(OH)2 pada pasta semen yang masih menempel pada agregat alam. Oleh karena itu, unsur Ca pada agregat daur ulang lebih banyak dari pada unsur Si.

Beberapa perbedaan kualitas, sifat-sifat fisik dan kimia agregat daur ulang tersebut menyebabkan perbedaan sifat-sifat (properties) material beton yang dihasilkan. Perbedaan sifat-sifat dan perilaku mekanik material beton agregat daur ulang juga berpengaruh pada kinerja dan perilaku mekanik elemen struktur yang dibentuknya, diantaranya adalah kemampuan deformabilitas, nilai daktilitas, nilai kekakuan, dan pola retak. Deformabilitas elemen struktur beton agregat daur ulang menjadi lebih besar pada saat beban yang sama, nilai daktilitas dan kekakuan menjadi kecil, dan pola retak menjadi lebih banyak hingga ke daerah momen dan geser (antara perletakan dan titik beban), bila dibandingkan dengan kinerja dan perilaku beton agregat alam.

Hasil penelitian Sakkung (1999) memperlihatkan bahwa material hasil proses penyaringan memiliki sifat fisik yang serupa dengan sebelum proses penyaringan, sehingga secara teknis material hasil daur ulang dapat digunakan. Hendri (1999) meneliti karakterisrik agregat halus daur ulang dan menghasilkan data agregat halus yang dibuat dengan beton daur ulang mempunyai penyerapan air sebesar 8.6% terhadap berat agregat sedangkan pasir alam hanya 2.8%. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kadar aspal efektif dari campuran, kadar aspal yang diserap terhadap berat agregat adalah 3,1% untuk campuran dari beton daur ulang, dan 1,2% untuk campuran dari pasir alam.


Sumber : http://sipilholic.blogspot.com/2008/12/beton-daur-ulang_07.html

Sifat Fisik Agregat Kasar Yang Baik Untuk Beton

Ya, agregat. Agregat nerupakan salah satu material yang dijadikan sebagai bahan penyusun beton. Umumnya, agregat dibagi dua. Yaitu agregat kasar (kerikil) dan agregat halus (pasir). Fungsi agregat kasar adalah komponen utama yang paling banyak memberikan sumbangan kekuatan kepada calon beton nantinya. Secara umum, kekuatan beton tergantung pada kekuatan agregat kasarnya.

Dan kualitas agregat kasar dan halus juga berpengaruh terhadap kekuatannya. Sedangkan fungsi agregat halus pada beton adalah sebagai bahan pengisi (filler) yang akan mengurangi bahkan menutupi rongga-rongga udara atau rongga kosong diantara agregat kasar dan mortar. Semakin padat struktur beton maka semakin tinggi kuat tekan yang dihasilkan. Hal inilah yang membuat pemilihan agregat kasar yang baik menjadi faktor yang penting dalam pembuatan atau perencanaan beton.

Ilmu teknologi bahan mengklasifikasikan agregat kasar dan halus berdasarkan ukuran butirnya. Untuk agregat kasar (selanjutnya disebut ‘agregat’ saja) ukuran butirnya diatas 4,75 mm sedangkan agregat halus dibawah nilai tersebut. Fisik agregat yang baik untuk beton dapat dibagi menjadi beberapa kriteria.

1. Berbentuk Kebulatan atau Hampir Bulat
Agregat dengan butir-butir bulat umumnya lebih baik daripada agregat dengan butir-butir yang berbentuk pipih atau panjang. Hal ini dikarenakan butir-butir bulat menghasilkan tumpukan butir yang yang erat jika dikonsolidasikan, sehingga hanya membutuhkan pasta semen yang sedikit dengan kemudahan pengerjaan yang sama.

2. Tekstur Permukaan Kasar
Tekstur yang kasar mungkin akan mengurangi derajat kemudahan pengerjaan. Namun, tekstur kasar pada agregat dapat meningkatkan rekatan agregat-semen sampai 1,75 kali dan meningkatkan kuat tekan beton hingga 20 persen.

3. Berat Jenis Ringan
Agregat dengan berat jenis yang rendah biasa disebut dengan agregat ringan. Agregat ringan mempunyai berat jenis dibawah 2,0. biasanya dipakai untuk beton non-struktural. Akan tetapi agregat ini juga bisa digunakan sebagai beton struktural dengan beberapa perlakuan khusus. Struktur yang menggunakan agregat ringan akan mengurangi berat struktur tersebut sehingga membutuhkan dimensi fondasi yang lebih kecil.

4. Ukuran Butir Maksimal
Adukan beton dengan kemudahan pengerjaan dan rencana kekuatan yang sama, akan membutuhkan jumlah semen yang lebih sedikit dengan ukuran butir agregat yang besar-besar. Semakin sedikit semen, maka beton akan semakin hemat dan dapat mengurangi dampak panas hidrasi yang menyebabkan beton menjadi retak akibat kembang susutnya. Namun, tetap penggunaan agregat terdapat batasan ukuran butir maksimal. Hal ini dapat dilihat di berbagai referensi.


Sumber : http://sipilholic.blogspot.com/2008/12/sifat-fisik-agregat-kasar-yang-baik_07.html